INILAH.COM, Jakarta - Partai Damai Sejahtera kembali mengokohkan posisinya sebagai partai yang berjuang demi cita-cita menuju pluralisme dan persatuan yang hakiki.
Sebagai partai nasionalis yang mengusung nilai-nilai Kristiani, Partai Damai Sejahtera tentu saja berusaha untuk dapat menyuarakan dan memperjuangkan cita-cita Umat Kristiani.
Setelah sebelumnya menyatakan sikap yang membela kepentingan kaum Buddha untuk menentang Buddha Bar, Partai Damai Sejahtera juga merangkul Umat Tao untuk dapat bersama sama dengan PDS mendukung masa depan bangsa dan memperjuangkan terpenuhinya hak-hak mereka sebagai warga negara.
Kini, PDS bersama dengan Umat Kristiani kembali menyatakan sikap untuk sepenuhnya mendukung Pemilu 2009.
PDS menggelar Diskusi Terbatas antara Fraksi PDS dengan sejumlah tokoh kristiani di Ruang Rapat Fraksi PDS Gedung Nusantara I DPR RI pada Selasa, 10 Maret 2009.
Diskusi dengan tema Sikap Strategis dan Berdampak dari Umat Kristiani Terhadap Pemilu 2009 ini mengajak segenap lapisan masyarakat, terutama Umat Kristiani, untuk bersama-sama mendukung dan melakukan tindakan nyata yang dapat melancarkan pelaksanaan Pemilu 2009.
Acara diskusi diselenggarakan oleh Fraksi PDS, Komite Penggalangan Kemitraan dan Dana (KPKD) PDS, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), dan Tabloid Reformata.
Hadir sebagai pembicara adalah Ruyandi Hutasoit (Ketua Umum PDS), Jacob Nahuway (Ketua GBI), Cornelius Ronowidjojo (Ketua PIKI), dan Bigman Sirait (Pemimpin Umum Taboid Reformata).
Mengenai keturutsertaan masyarakat, terutama Umat Kristen, dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu, Jacob Nahuway selaku Ketua GBI berpesan agar Umat Kristiani dapat memberikan andil nyata dalam Pemilu 2009. Contohnya dengan turut melakukan pengawasan di lokasi-lokasi pemilihan.
"Meskipun kita bukan saksi yang ditunjuk, namun kita harus tetap turut serta dalam pengawasan," ujar Jacob Nahuway. [Paulus Daniel]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar